Showing posts with label traktor. Show all posts
Showing posts with label traktor. Show all posts

Sunday, July 11, 2010

PRODUSEN DAN KAPASITAS PRODUKSI TRAKTOR DI INDONESIA

Beberapa alsintan dengan berbagai variasi model yang telah dikembangkan dan diproduksi oleh perusahan besar di Indonesia secara umum antara lain:
1. PT. Yanmar Agricultural Machinery Manufacturing Indonesia: traktor roda 4, power tiller, mini tiller, rice mill equipment, dan lain-lain.
2. PT Kubota Indonesia: Diesel engine, single cillinder, generator, power tiller, ridding tiller, water pump, rice milling unit (RMU), dan lain-lain.
3. PT. Agrindo : traktor roda 4, power reaper, RMU, dryer, pemisah menir, huller, rice polisher, paddy cleaner, diesel engine, power tiller, pompa air, dan lain-lain.
4. CV. Karya Hidup Sentosa: traktor roda 2, dan distribusi berbagai implemen pengolahan tanah, power thresher, RMU, Rice polisher, alat panen, pompa air, dan lain-lain.
5. PT. Traktor Nusantara : perusahaan ini lebih banyak distributor memproduksi traktor roda empat dengan merek Massey Ferguson.
6. PT. Altrak 1978 : distribusi traktor roda empat dengan merek New Holland.
7. PT. Bina Pertiwi : distributor merek traktor Kubota 4-roda pabrikan dari Jepang.
8. PT. Satrindo Mitra Utama : dengan merek dagang traktor roda empat John Deere.

Berdasarkan data yang didapatkan dari Departemen Perindustrian (2008), produk traktor yang ada di Indonesia terdiri dari beberapa tipe : (i) sophisticated hand tractor; (ii) simple hand tractor; (iii) mini tractor; dan (iv) four-wheel drive tractor. Sophisticated hand tractor dan simple hand tractor merupakan traktor jenis 2-roda dengan tenaga penggerak maksimal 15 hp, poros tunggal, dan dikendalilikan oleh tangan oleh pengemudi atau operator. Sedangkan mini tractor adalah jenis traktor 4-roda dengan kapasitas tenaga kurang dari 25 hp. Dan four-wheel drive tractor adalah traktor 4-roda dengan tenaga antara 25 hp – 50 hp dan 50 hp ke atas.

Produsen sophisticated hand tractor didominasi oleh PT. Pupuk Iskandar Muda. Data ini yang diambil dari Departemen Perindustrian ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi jenis traktor ini cukup besar, karena kebutuhan pasar juga sangat besar. Jenis traktor ini lebih banyak diekspor untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Jenis traktor lain yang banyak beredar di Indonesia adalah simple hand tractor. Jenis traktor ini banyak digunakan oleh para petani padi dan palawija. Ada empat perusahaan yang memproduksi jenis traktor ini. Jumlah kapasitas produksi terpasang terbesar adalah CV. Karya Hidup Sentosa (lihat pada Tabel 6).

Untuk jenis traktor mini (mini tractor) banyak diserap oleh industri perkebunan. Pemain utama di segmen traktor ini adalah PT. Bhinneka Swadaya Inti dengan kapasitas 3.800 unit dan PT. Bina Pertiwi dengan 2.000 unit.

Untuk produsen traktor roda empat, masih dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan tersebut juga merupakan representatif perusahaan yang ada di luar negeri seperti Kubota, Yanmar, dan beberapa perusahaan asing dari Eropa. Perusahaan tersebut mengimpor mesin-mesin dan komponen kritikal yang tidak dapat dibuat sendiri oleh perusahaan dalam negeri dan kemudian proses assembling dilakukan di Indonesia. Produk akhir berupa traktor kemudian dipasarkan di dalam negeri dan sebagiannya untuk diekspor.

Data kapasitas produksi terpasang tidak tersedia, data yang tersedia juga kurang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk The Big Player di dalam industri traktor tidak ada data sekunder yang tersedia untuk dipublikasikan. Namun berdasarkan pengamatan dalam survey lapangan dan observasi tenaga ahli, beberapa perusahaan besar yang menguasai pasar traktor di Indonesia adalah Kubota Indonesia, Yamindo, KHS, Agrindo, Traktor Nusantara, Altrak 1978, Bina Pertiwi. Perusahaan ini memiliki branding positioning yang baik. Sehingga wajar bila merek traktor yang banyak beredar adalah merek traktor yang diproduksi oleh perusahaan tersebut, baik itu traktor 2-roda maupun traktor 4-roda.

Oleh: M. Ihsanur, konsultansi-agroindustri.blogspot.com

Read more...

Kebutuhan Traktor Pertanian Tumbuh 15%

09 Mar 2010
Harian Ekonomi Neraca

NERACA, Jakarta - Kebutuhan alat berat untuk pertanian seperti traktor, diprediksikan akan mengalami peningkatan 15% pada tahun 2010. Pasalnya, akan terjadi peningkatan produksi pertanian yang dilakukan melalui program ekstensifikasi maupun intensifikasi.

"Rata-rata, kebutuhan traktor pertanian setiap tahun sebanyak 200 juta unit," kata C. Triharso, Direktur Mesin Industri Ditjen Industri Logam Mesin tekstil dan Aneka, Kementerian Perindustrian di Jakarta, Senin (8/3).
Menurut Triharso, untuk menutupi peningkatan kebutuhan traktor kemungkinan besar akan dipasok dari impor. Alasannya, produksi traktor dalam negeri hanya mencapai 120 ribu unit pertahun. "Utilisasi kita hanya sebesar 60%-70% per tahun, belum mencapai Kapasitas maksimal. Selain itu masyarakat juga banyak yang memilih produk impor," terangnya.

Untuk tahun 2010 ini, lanjut Triharso, industri traktor pertanian menargetkan untuk mampu meningkatkan pasar dalam negeri. "Produk kita kalau dari segi kualitas dapat bersaing dengan China, tapi China banyak mengirim produk dengan harga rendah, sehingga kita kesulitan bersaing," jelasnya.

Triharso menyebut, untuk dapat meningkatkan daya saing dengan produk China, pihaknya melakukan upaya pembinaan terhadap industri dalam negeri dan melakukan pelatihan dalam bentuk pembinaan. "Dari hasil pembinaan kita sudah ada yang memproduksi traktor dengan kapasitas bagus di Tegal. Sekarang mereka sudah mendapat kontrak ekspor ke Afrika. Biasanya di bawah binaan kita mendapat bantuan fasilitas pengujian standar," tutur Triharso.

Mesin pertanian Triharso juga mengungkap, impor mesin pertanian diprediksi akan mengalami peningkatan hingga 20% pada tahun 2010. Tahun 2008, nilai impor mesin pertanian sebesar USS 314 juta. Sedangkan pada tahun 2009 meningkat menjadi sekitar USS 376,8 juta. "Peningkatan ini dipengaruhi oleh permintaan kebutuhan pertanian, sementara dalam negeri belum mampu memasok pertumbuhan permintaan tersebut," urainya.

Lebih lanjut, Traharso mengatakan, dari total impor mesin pertanian di tahun 2009, sekitar 60% berasal dari China, disusul Thailand dan Malaysia. Namun permintaan impor mesin China ini akan mengalami penurunan di tahun 2010. Alasannya, karena tidak adanya layanan puma jual. "Petani kita sudah mulai pandai, mereka sudah tidak mau menggunakan mesin China karena kalau rusak tidak bisa di perbaiki," jelasnya.

Sementara itu, untuk menghadang mesin-mesin pertanian yang masuk ke Indonesia dengan kualitas rendah, Triharso menegaskan Kementerian Perindustrian tidak dapat mengunakan instrumen SNI wajib. Pasalnya, industri mesin pertanian banyak dipasok dari Usaha Kecil dan Menegah yang belum siap menerapkan SNI. maul

Read more...

About This Blog

Blog ini dibuat hanya untuk ikut sumbangsih ide untuk pertanian. Tanpa pertanian, takkan ada pangan. Tanpa ada pangan, takkan ada kecukupan gizi. Tanpa ada kecukupan gizi, takkan ada bangsa yang kuat.
Bravo pertanian Indonesia............

Apa yang anda lakukan apabila anda ingin menunjukkan kepedulian anda terhadap pertanian Indonesia?

  © Blogger template Coozie by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP